BAB 12 BIOLOGI PEMBELAJARAN DAN MEMORI


Biologi Pembelajaran dan Memori

·      Pembelajaran, Memori, Amnesia, dan Kerja Otak
Andaikan Anda kehilangan kemampuan untuk membentuk memori jangka panjang. Anda dapat mengingat hal yang baru saja dilakukan dan apa yang baru saja diucapkan orang lain kepada anda, tetapi tidak dapat mengingat hal yang terjadi sebelumnya. Layaknya anda baru saja terbangun dari tidur yang panjang. Oleh karena itu. Oleh arena itu, anda menulisdi selembar kertas, “ini adalah pertama kali aku menyadarinya, baru saja”. Sesaat kemudian, anda juga akan melupakan pengalaman ini. sejauh yang anda ingat, baru saja timbul kesadaran dalam diri setelah anda berada dalam periode tidak sadar yang seperti tidur yang panjang.

·      Pencarian Engram oleh Lashley
Lashley sedang mencari engram, yaitu sebuah representasi fisik sesuatu yang telah dielajari (sebuah hubungan yang terbentuk antara kedua area otak  merupakan salah satu contoh engram yang mungkin ada). Lashley berfikir bahwa jika pembelajaran bergantung pada sebuah hubunan baru atau hubungan yang diperkuat antara dua area otak, maka jika ada sebuah pisau yang memotong otak di suatu tempat, hal tersebut akan mengganggu hubungan tersebut dan menghilangkan respons yang telah dipelajari.

·      Memori Kerja
Penelitian lebih lanjut justru mengaburkan batasan antara memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Sebagai contoh, mungkin anda ingat hal-hal seperti apa yang anda makan tadi malam, dengan siapa terakhir anda berbicara, perkiraan jumlah total uang yang ada di dompet, tempat anda memarkir mobil tadi pagi, dan penampilan timfavorit anda di pertandingan terakhir. Semua itu bukan merupakan pemikiran jangka pendek yang klasik. Semua hal tersebut terjadi lebih dari beberapa detik yag lalu, dan anda dapat mengingat semuanya tanpa perlu melatih ingatan secara konstan. Semua hal tersebut juga tidak tepat dikatakan sebagai emori jangka panjang karena sebagian besar akan anda lupakan dalam hitungan jam, hari, atau minggu.

·      Hipokampus dan Amnesia
Amnesia adalah kehilangan memori, terkadang hingga mencapai tingkat ekstream. Seorang pasien makan siang lalu 20 menit kemudian ia makan siang yang kedua, sepertinya lupa bahwa ia telah makan siang. Dua puuh menit kemudian, ia mulai makan siang ketiga dan hampir menghabiskan seluruh makanannya. Beberapa menit kemudian ia berkata bahwa dia ingin “berjalan-jalan dan mencari makan”. Akan tetapi, bahkan dalam kasus separah ini, tidak ada seorangpun yang mengalami kehilangan seluruh memori secara merata.

         Penyimpanan Informasi di Sistem Saraf
·      Semua hal yag anda lihat, dengar, dan lakukan, meninggalkan jejak di sistem saraf. Dari semua jejak tersebut, mankah yang penting untuk memori?
         jika anda melintasi sebuah padang rumput, apakah jejak kaki yang anda tinggalkan merupakan “memori”? bagaimana dengan lumpur yang menempel di sepatu? Jika polisi ingin mengetahui siapa yang telah melintas di padang rumput tersebut, maka seorang pakar forensik dapat memeriksa sepatu anda untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun, kita tidak jejak fisik tersebut sebagai memori yang kita ketahui bersama.
·      Pendalaman Materi dan Implikasi
Masalah yang timbul apabila kita menggunakan analogi tikus dan labirin untuk perkembangan ilmu pengetahuan adalah, bahwa peneliti jarang terjebak dengan jalan buntu yang dengan jelas mendefinisikan akhir sebuah jalur.

·      Pembelajaran dan Sinapsis Hebbian
Saat inji penelitian yang tampaknya paling menjanjikan dimulai dengan konsep Ivan Pavlov tentang pengondisian klasik. Walaupun, seperti yang telah kita diskusikan pada modul terdahulu, Karl Lashley tidak berhasil menemukan adanya hubungan antar dua area pada korteks sereblum berdasarkan teori tersebut



·      Mekanisme Sel Tunggal Perubahan Perilaku Avertebrata
Banyak peneliti yang yang melakukan studi terhadap avertebrata. Susunan sistem saraf avertebrata berbeda, tetapi terdapat persamaan dalam hal; kimiawi di dalam neuron, prinsip potensial aksi, dan bahkan neuron transmitter. Jika kita mengenali dasar-dasar fisik pembelajaran yang ada di hewan avertebrata, paling tidak kita memiliki sebuah hipotesis tentang apa yang mungkin dapat diterapkan pada hewan vertebrata.



·      Habituasi pada Aplysia
Habituasi adalah penurunan respons terhadap sebuah stimulus yang diberikan berulang-ulang serta tidak disertai adanya stimulus lain yang berubah. Sebagai contoh jika jam dinding anda berbunyi setiap jam, maka anda secara berangsur-angsur kurang memperhatikannya.
·      Sensitisasi pada Aplysia

Jika anda mengalami rasa nyeri yang luar biasa di luar dugaan, maka beberapa hari kemudian mungkin anda akan bereaksi lebih kuat terhadap suara nyaring, cubitan menyakitkan, dan stimulus lain yang terjadi tiba-tiba. Fenomena tersebut dikenal dengan nama sensitisasi, yaitu sebuah peningkatan respons terhadap stimulus menengah yang diakibatkan oleh paparan terhadap stimulus yang lebih besar sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA :
Kalat, J.W. (2012).Biopsikologi:Biological Psychology. Jakarta : Salemba Humanika 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 3 ANATOMI SISTEM SARAF

BAB 7 PERGERAKAN

BAB 10 PERILAKU REPRODUKSI